Friday, March 13, 2015

Posted by boy bolang herianto On 7:03 AM


Melamar Kerja

Menjadi karyawan adalah tujuan sebagian besar dari mayoritas sarjana fresh graduates akan tetapi banyak diantara kita ketika masih berstatus mahasiswa bahkan ketika sudah menjadi sarjana tidak memiliki gambaran seperti apa dunia kerja yang akan dimasuki itu.
Disetiap sesi diskusi saya dengan rekan-rekan pelajar, mahasiswa atau sarjana fresh graduates, menjadi karyawan adalah pilihan pertama mereka, namun setiap kali saya ajukan pertanyaan lebih detail, seperti mau bekerja dimana, di posisi apa, persiapan apa saja yang sudah disiapkan, dimana saja perusahaan yang akan dilamar, apakah punya gambaran tentang membuat surat lamaran & curriculum vitae yang baik, apakah tahu dimana saja dapat mengakses informasi lowongan kerja dan pertanyaan lain yang menjurus pada kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Jawabannya hampir sama, mereka tidak memiliki gambaran yang utuh tentang itu, mereka hanya punya modal tekad, lalu lamar, urusan berikutnya gimana nanti!, bukan nanti gimana?.
Didasarkan hal itulah, penulis merasa ada baiknya jika pada bagian melamar kerja dari sudut applicated perlu di bahas dengan rinci jadi kita tidak akan membahas plus minus pilihan ini, sekali lagi yang menjadi sorotan utama penulis adalah konten aplikatif dari kebutuhan yang berkaitan dengan pilihan ini.

“Gimana cara dapat akses info lowongan kerja?”
“Biar cepat kerja gimana ya caranya?’
“Apa saja yang harus disiapkan ?”
“Bisakah melamar posisi yang tidak sesuai jalur pendidikan?”
“Berapa lama biasanya proses melamar sampai bisa kerja?”
“Apa saja data penunjang lamaran?”
“Seberapa besar peluang fresh graduates untuk diterima ?”
“Gimana menghadapi interview?”
“Profesi apa saja yang bias dilamar sarjana lulusan A, B, C, D dan lainnya?”
Itulah segelintir pertanyaan yang sering diajukan kepada penulis dan itu pula salah satu alasan yang melatarbelakangi tulisan ini akhirnya dibuat dalam bentuk buku. Sebenarnya hampir semua orang sudah tahu tentang proses dalam melamar pekerjaan namun ada saja kesalahan dan kekurangan yang dilakukan para job seeker terutama para sarjana fresh graduates. Contoh kasus, ada job seeker yang sudah dapat info tapi habis waktu karena berkutat di permasalahan menyiapkan lamaran. Ada yang dapat banyak info lowongan kerja tapi terpaksa hanya bisa melamar satu sampai dua saja karena tidak tahu bagaimana mengirim lamar dalam jumlah banyak di waktu yang relative sempit. Ada yang sudah mendapat panggilan tapi masih bingung apakah harus datang atau tidak karena pertimbangan jarak, ragu pada bonafitas perusahaan yang dilamar atau alasan lain. Ada juga yang sudah diterima kerja tapi masih saja ada keluhan karena tidak ada kesesuaian gaji, lingkungan kerja tidak sesuai harapan, job description yang tidak jelas dan banyak lagi gambaran yang belum dimengerti para sarjana fresh graduates.
Jika dilihat dari perbedaan permasalahan yang dihadapi job seeker atau sarjana fresh graduate, tentu tidak akan ada habisnya, selalu saja ada job seeker yang mengalami masalah. Masalahnya sebenarnya itu-itu juga tapi karena orangnya berbeda, jenis pekerjaanya yang dilamar berbeda dan perusahaan tempat melamar juga berbeda membuat masalah tampak berbeda, untuk itulah bila dibahas hanya satu atau dua masalah saja kurang tentu jadi ngegantung. Inilah yang membuat penulis merasa perlu membahas kembali secara utuh tentang tahapan dan prosedur bagi seorang job seeker dalam melamar kerja.
Nah tanpa panjang lebar lagi, mari kita bahas segala sesuatu yang berhubungan dengan “petualangan” bagi para job seeker, terutama para sarjana fresh graduate.

0 comments:

Post a Comment