Thursday, March 12, 2015

Posted by boy bolang herianto On 1:32 AM
Pendidikan Pascasarjana

Pada pilihan etape ini. Kurang pas rasanya bila tidak dikaitkan dengan pilihan pertama, kedua dan ketiga. Bila anda ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, pastilah butuh biaya, tenaga, waktu dan pastinya tekad yang kuat, dengan kata lain, bila anda bukanlah tergolong orang yang punya biaya, waktu luang yang banyak dan tekad yang kuat, maka sebaiknya pilih sajat tiga etape sebelumnya.

Etape ini benar-benar butuh persiapan ekstra. Anda akan keluar biaya, jarang sekali sebaliknya. Walaupun anda mendapatkan beasiswa tetap saja anda butuh biaya, minimal biaya transport, penginapan, makan-minum, buku, computer dan lainnya.

Pilihan ini juga termasuk pilihan langka, cermati saja di sekitar kita. Berapa orang yang anda kenal semasa kuliah dan berapa diantaranya yang langsung memutuskan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Cap jempol untuk yang memutuskan pilihan ini. Luar biasa.

Mampu untuk mau Mau untuk mampu.

Mengamati empat etape yang paparkan diatas, maka akan muncul pertanyaan “Bisakah kita mengkombinasi empat pilihan itu, dua diantaranya, tiga diantaranya atau empat sekaligus? Jawabnya jelas bisa, tapi croshceek dulu kemauan dan kemampuan kita, ingat ya kemauan dulu kuatkan lalu baru kemampuan. Kan namanya juga pilihan, bebas, pilih satu dulu, dua sekaligus, embat tiga atau kuat menjalankan empat sekaligus.

Langsung ke contoh kombinasi
Si A karyawan perusahaan  farmasi, punya talenta membuat kaligrafi. Bisa saja. Saya punya kenalan seorang PNS yang punya talenta di bidang kesehatan, yakni
Si B bekerja di bank dihari sabtu minggu punya sampingan jadi pangkas rambut. Kenapa engak.
Si C PNS, ingin belajar dan merintis bisnis pemancingan. Pasti bisa.


Sisa quota otak kita

Terdapat point pluss yang dimiliki seorang sarjana freshgraduate yakni seorang sarjana freshgradute memiliki nolimit probabilitas future, peluang masa depan yang tidak terbatas. Seorang freshgraduate kini berada di titik awal karir dan perjalanan masa depannya. Sebuah masa depan yang sukses atau tidaknya ditentukan oleh keputusan di titik nadir ini. Berbeda dengan sarjana yang mungkin telah lama lulus, tentunya sarjana pada posisi ini telah dibatasi oleh factor usia, pilihan profesi, kebutuhan keluarga, lingkungan social, dan factor lain. Personal yang telah lama menyandang gelar sarjana, memiliki keterbatasan yang menjadi pertimbangan, berbeda dengan seorang sarjana fresh graduate yang memiliki potensi untuk mengexplorasikan diri lebih bebas dan relative tanpa batasan.

Saya kurang sepakat bila seorang sarjana fresh graduate, berpuas hati tak kala toga sudah disematkan dikepala, ketika ijazah S1 sudah berada ditangannya atau bahkan ketika pilihan hidup sudah diraihnya-menjadi karyawan, berwirausaha.  Titik finish seakan hanya berakhir disini. Sudah bekerja, menjadi karyawan ya sudah, untuk apa lagi berkreatifitas. Sudah menjadi wirausaha yang sudah, apa untungnya berkarya. Menurut saya kita semua masih bisa mengexplorasikan diri, kita masih bisa menggali potensi-potensi terbaik dalam diri kita dan mengupayakan tindakan terbaik untuk mewujudkan apa yang menjadi mimpi kita.

Anda yang sudah menjadi karyawan accounting diperusahaan misalnya, titik klimaksnya tentu bukan hanya sebatas puncak karir pribadi anda. Kita masih bisa berkarya dengan membagikan pengetahuan akuntansi kita kepada rekan-rekan kita yang masih membutuhkan pengetahuan akuntansi yang terkait langsung dengan dunia kerja.


Manfaatkan sisa quota di kepala kita bukan sebaliknya quota sisa di otak kita.


Fase

Dimana posisi kamu saat ini?, pelajar, mahasiswa, mahasiswa tingkat akhir, baru wisuda atau sudah bekerja. Bila posisi kamu masih pelajar, mahasiswa, mahasiswa tingkat akhir!...............sungguh beruntung, kamu punya banyak waktu untuk mengexplore diri. Belajar banyak tentang banyak hal. Menguasai banyak bidang. Mempelajari banyak wawasan.

Kalau kamu bercita-cita jadi dokter, sementara posisi kamu ada pada posisi pelajar, kamu punya waktu yang terbentang panjang dan luas. Persiapkan dan bekali diri dengan ilmu dan wawasan yang akan mengarahkan kamu meraih cita-cita kamu. Bagaimana menjadi dokter kalau kamu tidak berusaha mencari tahu apa saja yang harus kamu persiapkan untuk bisa lulus di fakultas kedokteran.
Kamu mahasiswa, sudah membulatkan tekad kalau lulus kuliah ingin bekerja, bagus!, persiapkan diri. Cari apa saja keahlian yang bisa menjadi penunjang dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar pendidikan yang kamu pilih, ikuti kursus, pelatihan, training atau apapun itu yang kira-kira bisa menjadi nilai tambah nanti saat kamu mencari pekerjaan. Bila berorganisasi kamu rasa juga akan menjadi nilai tambah, ikutlah organisasi.

Kamu pelajar atau mahasiswa yang tidak berkeinginan untuk menjadi pekerja tapi berniat wirausaha saja. Bukan masalah!, tak perlu berhenti menuntut ilmu, perlu saya tekankan terkadang ilmu juga bisa menjadi penunjang dalam pilihan usaha kamu.

kalaupun harus tidak juga bisa disalahkan.
Ambilah Selembar Kertas tuliskan tujuan kamu berikutnya, goreskan apa saja tindakan yang akan kamu ambil untuk mewujudkannya.

Hakikatnya, saya menulis buku ini bukanlah semata saya ikhtisarkan untuk memotivasi dengan rangkaian kalimat-kalimat teoritis, namun lebih jauh lagi saya dan rekan-rekan yang membantu penyusunan buku ini juga berupaya menciptakan dan mengedepankan suatu konsep keilmuan yang memiliki unsur inovatif, aplikatif dan knowledge oriented. Akhir kata saya sangat berharap penyusunan buku ini dan juga penyusunan training yang menjadi tindak lanjut dari buku ini akan menciptakan suatu sirkulasi manfaat bagi semua orang. Tidak stagnan di satu titik, namun berkelanjutan dan berkembang.

0 comments:

Post a Comment